Jinak-jinak Genset — panduan lengkap untuk tiga modul.
Halaman ini cuma buat Pemandu. Kalau kamu yang pegang panel, tutup dulu ya — nggak seru kalau dua-duanya tahu jawabannya.
Dua orang, dua peran, dan cuma satu yang boleh lihat halaman ini.
Jadi satu-satunya cara maju adalah ngobrol. Tanya Operator apa yang dia lihat, cocokkan ke tabel di bawah, lalu bilang apa yang harus dia lakukan. Salah paham itu bagian dari serunya.
Jangan buru-buru menyuruh. Ulangi dulu apa yang kamu dengar (“jadi kabelnya empat: merah, kuning, biru, hitam — betul?”) sebelum menentukan jawaban. Hampir semua kekalahan datang dari salah dengar, bukan salah aturan.
Setiap panel punya kode seri: dua huruf lalu dua angka, misalnya KP34 atau VD07. Kode ini tercetak di panel, jadi Operator bisa membacakannya kapan saja.
Yang penting cuma satu angka terakhir. Huruf-hurufnya hiasan, angka pertama juga tidak dipakai.
| Kode seri | Angka terakhir | Hasil |
|---|---|---|
| KP34 | 4 | Genap |
| VD07 | 7 | Ganjil |
| CJ90 | 0 | Genap |
| RT21 | 1 | Ganjil |
Ketiga modul memakai hasil ganjil/genap yang sama, dan kode seri tidak berubah di tengah ronde. Jadi begitu Operator membacakannya, tulis “ganjil” atau “genap” besar-besar, lalu lupakan kodenya.
Yang perlu kamu tanyakan: warna semua kabel, berurutan dari atas ke bawah.
Modul ini punya 3 sampai 5 kabel. Warnanya bisa merah, biru, kuning, hitam, atau putih, dan boleh berulang. Minta Operator menyebutkannya dari atas ke bawah — urutan itu menentukan segalanya.
Hanya satu kabel yang dipotong. Baca aturan di bawah dari atas, dan berhenti di aturan pertama yang cocok. Jangan lanjut membaca setelah ketemu.
Aturan 1 dan 2 tidak peduli kode seri sama sekali. Kode seri baru dipakai kalau ada merah tapi tidak ada biru — cuma di situlah aturan 3 dan 4 hidup.
Kalau ada dua kabel biru, yang dipotong selalu yang pertama dari atas, bukan yang kedua.
Yang perlu kamu tanyakan: simbol apa yang muncul di modul ini.
Ada tiga saklar berjajar. Masing-masing bisa naik atau turun, dan di modul itu ada satu simbol: daun, air, api, atau angin. Simbol itu yang menentukan pola akhirnya.
Sebutkan pola dari saklar ke-1, ke-2, lalu ke-3 — kiri ke kanan, sesuai urutan di panel. Yang dinilai cuma posisi akhir ketiganya, jadi Operator boleh menggeser bolak-balik dulu.
| Simbol | Saklar 1–2–3 |
|---|---|
| Daun | naik‑turun‑naik |
| Air | turun‑naik‑naik |
| Api | naik‑naik‑turun |
| Angin | turun‑turun‑naik |
Balik urutan polanya. Baca pola dari tabel mundur — yang tadinya saklar ke-3 jadi saklar ke-1, yang tengah tetap di tengah.
| Simbol | Saklar 1–2–3 |
|---|---|
| Daun | naik‑turun‑naik |
| Air | naik‑naik‑turun |
| Api | turun‑naik‑naik |
| Angin | naik‑turun‑turun |
Pola daun naik-turun-naik dibalik tetap naik-turun-naik. Jadi kalau simbolnya daun, ganjil atau genap hasilnya sama saja — bukan berarti kamu salah baca.
Yang perlu kamu tanyakan: huruf label yang tertera (A, B, C, atau D).
Modul ini punya piringan dengan enam posisi, bernomor 0 sampai 5, dan satu huruf label. Kalian harus melewati tiga posisi secara berurutan. Urutannya wajib benar — posisi yang tepat tapi terbalik tetap dihitung salah.
Sebutkan angkanya satu per satu, bukan sekaligus, dan tunggu Operator mengunci tiap posisi sebelum kamu menyebut yang berikutnya.
| Label | Posisi ke-1 | Posisi ke-2 | Posisi ke-3 |
|---|---|---|---|
| A | 0 | 3 | 5 |
| B | 2 | 4 | 1 |
| C | 5 | 1 | 3 |
| D | 4 | 0 | 2 |
Tambah 1 pada setiap angka. Urutannya tetap, cuma angkanya naik satu. Karena posisinya cuma 0–5, angka 5 berputar kembali menjadi 0.
| Label | Posisi ke-1 | Posisi ke-2 | Posisi ke-3 |
|---|---|---|---|
| A | 1 | 4 | 0 |
| B | 3 | 5 | 2 |
| C | 0 | 2 | 4 |
| D | 5 | 1 | 3 |
Kedua tabel sudah lengkap: kalau serinya genap pakai tabel atas, kalau ganjil pakai tabel bawah. Tidak perlu menghitung apa pun.